“Tuhan” begitu jauh dan cuek akan kondisi, ke”adil”an Tuhan pun di salahkan

Ketika pikiran lagi kacau, penuh dengan beban, hati sedang kalut, do’a belum terkabulkan, cita – cita belum tercapai, impian belum menjadi kenyataan, keinginan belum tergapai, jalan seakan buntu, teman seakan jauh, langkah semakin sempit, seakan “Tuhan” begitu jauh dan cuek akan kondisi, pikiran mulai runyam, kebuntuan akan mengaduh kepada siapa, kesendirian menambah sepi, ke”adil”an Tuhan pun di salahkan.

Saat itu juga, tubuh jatuh dan bersimpuh, menghadap ke langit tanpa melihat siapa-siapa hanya warna biru cerah, dan disisi lain warna putih ikut menghiasi, air mata mulai menetes satu demi satu membasahi pipi, dan terucaplah dari mulut “Alhamdulillahi Rabbil Alamin”. Hati bergetar, tubuh menggigil kedinginan….”Ya Allah”.

Masih ada “iman”, masih ada “tauhid”, ucapan “Alhamdulillahi Rabbil Alamin” menjadi obat  dan penyejuk jiwa. Ternyata ada kesalahan yang telah kulakukan selama ini “lupa bersyukur”.

Ya Allah, bimbing Aku untuk mensyukuri segala nikmatmu, karena kelalaianku selama ini membuatku lupa kalau semua adalah nikmat dariMu. Ya Allah ampuni Aku (Ya Ghafur), Maafkan Aku (Ya Afuwwu).

Obati segala kegundahan, kesedihan, kebuntuan, dengan “Alhamdulillahi Rabbil Alamin”, maka jalan keluar pasti datang dari Allah, sehingga cita-cita, impian, kebahagiaan dapat diraih. Bagaimana dengan teman – teman?, yuk kita biasakan ucapkan “Alhamdulillahi Rabbil Alamin”

About Kader Khalifah

IT Consultant, Businessman, Teacher
This entry was posted in Update Status. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s